Kemana Harus Mencari Masakan Bali di Jogja?

kuliner-bali_20150430_191752

Untuk mereka yang pernah mengunjungi pulau Dewata, satu pesona yang terbawa sampai ke rumah adalah masakan Bali. Untuk mengingat kenangan indah di Bali, menyantap masakan Bali bisa menjadi solusi. Namun, bagaimana mendapatkan masakan Bali yang original di Yogya?

Tenang saja, Yogyakarta sebagai miniatur Indonesia tentu memiliki solusi untuk masalah di atas. Di kota Pelajar ini banyak terdapat warung makan  yang menyediakan masakan Bali. Namun, untuk warung yang memiliki cara masak dan cita rasa masakan yang sama persis dengan yang ada di Bali, tentu terbatas jumlahnya.

Warung Makan Khas Bali Putra adalah warung makan yang menyediakan aneka masakan Bali yang otentik. Tidak hanya cita rasa dan cara memasak yang sama dengan yang ada di Bali, bahkan tenaga masaknya pun berasal dari Bali.

Warung Makan yang terletak di jalan Namburan Kidul no 10, Kraton, Panembahan (Timur Alun-alun Kidul) ini buka sejak 2005. Adalah Ida Ayu Tirta, pemilik warung makan yang selalu ramai dipadati berbagai kalangan ini.

Perempuan ramah yang akrab disapa Niang ini mengungkapkan, pada awalnya bukanya warung ini berasal dari kesukannya dan putrinya, Ida Ayu Latmini memasak. Berbagai masakan Bali misalnya Nasi Jinggo, Ayam Betutu, Sate Lilit, Rica-rica Tulang Ayam, hingga Tom Ayam mereka kuasai.

“Awalnya kami hanya membuka warung berupa meja di emperan rumah. Itu berlangsung selama sekitar tiga tahun. Namun karena semakin banyak yang suka, ditambah pemberitaan teman-teman media, akhirnya kami buka di rumah seperti ini,” jelasnya ketika ditemui, belum lama ini.

Harga yang murah dan rasa yang otentik membuat warung makan ini selalu dipadati pembeli, terutama di jam makan. Tidak hanya dari kalangan umum, segmen mahasiswa juga tak ragu memadati warung makan ini. Harga yang terjangkau menjadi penyebabnya.

Bayangkan saja, untuk Nasi Jinggo, pembeli cukup merogoh kocek sebesar Rp 7 ribu. Untuk Ayam Betutu Rp 28 per seperempat ayam utuh, sate lilit Rp 2ribu per tusuk, Rica-rica Tulang Ayam Rp 5 ribu per porsi dan Tom Ayam hanya Rp 2 ribu.

“Namun yang jadi favorit di sini adalah Nasi Jinggo. Soalnya, konsepnya Bali banget. Nasi Jinggo sebenarnya cukup sederhana, terdiri dari oseng kacang panjang, mie goreng, kering tempe, ayam suwir pedas, srundeng, dan sambel,” ungkap Niang.

Meski banyak warung makan yang menyediakan masakan Bali, namun Warung Makan ini memiliki pelanggan setia yang terus berkembang. Menurut Niang, hal itu tak lepas dari keberaniannya menjaga rasa, bahkan ketika harga cabai sedang mahal.

“Yang disukai pembeli katanya ada pada kekuatan rasa, terutama bumbunya. Bahkan dengan cara masak yang tradisional, makanan bisa tahan. Contohnya saja Nasi Jinggo bisa tahan seharian. Karena itu pembeli juga para wisatawan yang sedang berlibur ke Yogya. Mereka sering minta nasi dibungkus untuk dimakan di perjalanan,” imbuhnya.

Meski telah memiliki pelanggan tetap dan pangsa pasar yang semakin membesar, namun bukan berarti pelayanan berkurang. Niang melanjutkan, pelayanan seperti keluarga sendiri menjadi andalan. Tak heran, keramahan yang diberikan adalah pelayanan tulus layaknya kepada kerabat sendiri. Bahkan, Niang pun tak pelit berbagi ilmu.

“Kalau ada yang mau belajar masak makanan Bali, saya dengan senang hati mengajari. Ndak perlu takut ataupun malu, bilang saja. Nanti belajar bersama,” ucapnya ramah.

Selain untuk mereka yang ingin belajar masak, Warung Makan ini juga belum membuka cabang sampai sekarang. Untuk itu, Niang sedang berpikir membuka kesempatan untuk mereka yang tertarik untuk diajak bekerja sama.

“Kalau mau bekerja sama, istilahnya kalau sekarang adalah Franchise, kami sedang memikirkannya. Pasar masakan Bali masih terbuka lebar, syaratnya Cuma tekun dan sabar. Kalau kerjasama model franchise ini, cukup beli nama, nanti segala produk yang dijual dari sini. Jadi rasanya terjaga.

Untuk memesan masakan Bali dari warung makan ini, pelanggan tidak perlu bersusah payah. Selain bisa dijangkau di tempat, bisa pula memesan ke nomor HP 087876876763. Kalau mau melihat via media sosial, bisa pula menengok akun Fb di WarungMakan KhasBali Putra.(toa)

 

dikutip dari Tribun Jogja (sumber)

temon

temon

life is like a bag of chocolate