Di Bantul Siswa SD Menggunakan Kaki Untuk Kerjakan Ujian

anis-memakai-kaki-ujian-nasional-bantul-jogja

Anis Rahmatillah (11), siswa kelas 6 Sekolah Dasar (SD) di SLB Negeri 1 Bantul Yogyakarta sangat serius mengerjakan Ujian Sekolah/Madrasah (US/M) tingkat SD, Senin (18/05/2015). Meski dalam keterbatasan fisik, Anis tetap percaya diri. Dia gunakan kaki sebagai tangan untuk ‘bekerja’. Membuka lembaran soal dan menuliskan jawaban dengan kakinya. Itu dilakukan lantaran kedua tangan tak berfungsi.

“Tak masalah kondisi ini bagi saya. Sudah biasa sejak saya TK. Alhamdulillah bisa naik kelas terus. Saya ingin melanjutkan di SMP inklusi,” tutur Anis usai ujian hari pertama dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Untuk dapat terbiasa gunakan kaki sebagai tangan, Anis mengaku perlu latihan rutin. Orangtuanya, Kasito (56) dan Sunaryah (50) serta kakaknya, Deviana Safitri (16), sabar melatih Anis di masa kecil. Anis pun merasa jadi manusia normal.

“Saya gunakan jari kaki untuk memegang. Misalnya menulis, pensil dijepit ibu jari dan jari telunjuk kaki. Lalu diposisikan dan mulai menggerakkan ujung pensil atau bolpoin,” katanya sembari tersenyum.

Keadaan Anis Rahmatillah bagi orangtua dan saudaranya sangat diterima ikhlas. Anis justru membanggakan keluarga. Kasito mengaku, anaknya mampu melakukan hampir semua yang dibutuhkan dengan kakinya. Misalnya mandi, makan, minum hingga menulis.

Kasito pun sebagai ayah semakin ikhlas hingga tiap hari wajib antar jemput sekolah dari tempat tinggalnya kawasan Dusun Kadipolo, Salam, Magelang menuju SLB N 1 Bantul Jalan Wates Km 3 Yogyakarta. Perjalanan 45 menit ditempuh dengan mengendarai sepeda motor.

“Anis sejak lahir sudah begini. Awalnya sedih, tapi makin tumbuh besar ternyata Anis normal berpikir, berkomunikasi, malah cerdas. Dia sendiri tak peduli dengan keterbatasan,” kata Kasito saat menunggui Anis di sekolah.

Menurut pengamatan para gurunya, Anis siswa berkebutuhan khusus yang cerdas. Perjuangannya tinggi. Belum lama ini dirinya menyabet juara 1 dalam Olimpiade Sain Nasional (OSN) yang digelar di Lombok, NTB pada September 2014 lalu.

“Anis anak yang cerdas. Dalam OSN itu, ia mengikuti lomba IPA. Dan ternyata berhasil jadi juara untuk tingkat SD,” terang Endang Sulistiyawati SPd, Waka Kurikulum SLB Negeri 1 Bantul.

Muh Basuni MPd, Kepala SLB Negeri 1 Bantul, US/M mengatakan ujian kelulusan tahun ini diikuti hanya 5 siswa. Tiga siswa tuna rungu yakni Raihaniya Hafizha Syahnur, Rosid Nurohman dan Vona F Pratiwi. Sementara 2 siswa tuna daksa adalah Agustina Kurniawati Enembe dan Anis Rahmatillah. Sedangkan untuk ujian sekolah lokal yang soal-soalnya dibuat oleh SLB Negeri 1 Bantul ada 25 siswa. Seluruhnya siswa tuna grahita.

via krjogja

temon

temon

life is like a bag of chocolate