Bersepeda dari kutub sampai ke Paris Daniel Price singgah ke Tugu Jogja

daniel-price-bersepeda-kutub-tugu-jogja

Yogyakarta menjadi salah satu kota yang disinggahi Daniel Price, seorang doktor asal Inggris berusia 27 tahun yang sedang menyelesaikan misi perjalanan dari Antartika menuju Paris Perancis dengan mengendarai sepeda. Senin (25/05/2015), Daniel singgah di salah satu ikon Yogyakarta yakni Tugu dengan mengendarai sepeda berwarna hitamnya.

Misi tersebut bernama Pole to Paris yang berarti perjalanan dari kutub selatan menuju Paris Prancis dimana PBB akan menggelar kongres pada Desember 2015 nanti. Perjalanan tersebut dimulainya sejak 21 April lalu di benua Antartika di kutub selatan. Perjalanan tersebut berlanjut ke Selandia Baru dan Benua Australia dimana ia singgah di beberapa kota seperti Queensland dan Brisbane.

Di tiap kota yang disinggahinya, Daniel akan mengunggah foto dan informasi yang didapatkannya terutama berhubungan dengan isu perubahan iklim yang dirasakannya sangat berbahaya bagi keberlangsungan hidup manusia di bumi. “Saya akan upload foto dan cerita tentang perjalanan saya di media sosial seperti Facebook dan Twitter, itu salah satu cara saya mengkampanyekan isu ini pada orang yang saya temui,” ungkapnya saat singgah di Tugu Yogyakarta, Senin (25/05/2015).

Di Yogyakarta ini Daniel sempat mengunjungi Pantai Pandansimo pada Minggu (24/05/2015) kemarin dan menyaksikan proyek pembangkit listrik tenaga angin di kawasan tersebut. Beberapa hari kedepan Daniel akan berada di Yogyakarta sebelum menjangkau Jakarta dan kemudian beberapa negara Asean dan China.

Daniel menyadai jika isu yang dibawanya sangatlah tak menarik untuk dibicarakan. Bahkan banyak orang terkesan tak peduli terhadap perubahan iklim yang menurut penelitiannya akan semakin berbahaya apabila tak segera dibuat kebijakan bersama.

“Saat ini waktunya karena air laut semakin menghangat dari waktu ke waktu yang disebabkan oleh menipisnya atmosfer. Inilah waktu terakhir kita untuk memulai menyusun kebijakan bersama antar pemimpin dunia,” jelasnya.

via krjogja

foto: detikcom

temon

temon

life is like a bag of chocolate