Muncak ke Gunung Api Purba Nglanggeran

Gunung Api Purba Nglanggeran

Gunung api purba Nglanggeran, begitulah banyak orang menyebutnya. Jangan dibayangkan gunung ini teramat tinggi seperti gunung-gunung berapi layaknya, tingginya hanya 700 Mdpl. Bisa ditempuh dengan waktu 45 menit, itupun masih terbilang amat santai. Lokasi gunung ini terletak di Desa Nglanggeran, Patuk Gunung Kidul memakan waktu 30 menit dari Kota Jogja.
Keindahan bebatuan vulkanik gunung api purba Nglanggeran amat memikat. Pemandangan alam sekitar Gunung yang ciamik dan nuansa desa yang ramah semakin memikat. Gunung ini juga menyimpan banyak cerita masa lampau dan terus dipertahankan oleh penghuninya. Alasan-alasan itulah yang membuat saya ingin mengunjunginya.

Minggu pagi buta, saya mengajak adik serta satu kawannya dan merayu mas Irul untuk sudi menemani kami muncak ke gunung api. Perjalanan menuju Nglageran kami mulai di jam setengah 3 pagi. Tak terlalu sulit menemukan lokasi ini karena banyak papan petunjuk ke arah gunung ini. Hanya saja, sayang waktu itu jalan akses menuju tempat ini rusak parah, adik dan satu teman sempat terseok ngguling akibat jalan rusak menanjak.

Sampai di pos retribusi masuk yang dikelola oleh karang taruna setempat, kami segera bergegas naik ke puncak gede karena hari sudah mulai pagi. Kami ingin melihat matahari terbit dari puncak, merasakan sensasi tamparan kabut ke muka. Menuju puncak banyak lika-liku jalan yang harus kami tempuh, suasana gelap gulita dengan sedikit remang-remang cahaya ublik yang dibawa rombongan mahasiswa. “ah, cahaya-cahaya itu amat mengganggu, mengurangi keintiman alam” komentar mas Irul.

Perjalanan menuju puncak punya sensasi sendiri, kami selalu dikejutkan dengan medan jalan yang berbatu, gelap, melintasi lorong sempit panjang yang lebarnya kurang dari setengah meter. Akhirnya setelah menempuh 45 menit kami sampai di puncak gunung Gedhe. Hari masih gelap, dan kabut menampar-nampar tubuh kami hingga matahari muncul di ufuk timur. Ai..ai… cantiknya

Hari sudah siang, perjalanan cukup membuat ngos-ngosanyang kami tempuh tadi terbayar dengan keindahan alam beserta flora dan fauna tempat ini. Di gunung ini habitat jenis perimata kecil (kera) masih terjaga, itu karena makanan dan minuman untuk mereka masih mencukupi kebutuhan mereka. Selain pesona keindahannya, tempat ini bisa dijadikan alternatif tempat untuk berolah raga, treking keliling bersama keluarga. Selebihnya masih banyak hal menarik di tempat ini 🙂

7 KK di dusun Tlogo

Banyak mitos yang ada di kawasan gunung Api Nglanggeran ini, salah satunya adalah 7 kepala keluarga (KK) dalam satu dusun. Jumlah 7 KK tersebut tidak pernah lebih maupun kurang, dari waktu ke waktu selalu sama. Fenomena 7 KK tersebut ada di dusun Tlogo, berdekatan dengan Gunung Wayang.

Cerita lainnya, di dusun ini ada satu sumber air yang tidak kering di musim kemarau dan selalu mencukupi kebutuhan 7 KK yang ada di dusun ini. Cerita berikutnya, di dusun ini pantangan untuk mengadakan pentas Wayang. Karena dusun Tlogo berada di area gunung Wayang. Tidak boleh ada dua pentas wayang disana. Cerita lain lagi.. silakan datang berkunjung ke dusun unik ini 🙂

Gunung Api Purba Nglanggeran
Gunung Api Purba Nglanggeran
Puncak Gedhe
Tebing menawan di atas lorong Sumpitan
Tebing menawan di atas lorong Sumpitan. Di sini tempat terbaik untuk menyaksikan sunset selain di puncak Gedhe
NonaPelantjong

NonaPelantjong

Entrepreneur sosial I Pewarta warga I Tukang jalan-jalan I Terobsesi membuat travel documentary Indonesia I www.nonapelantjong.blogspot.com
  • http://ruleenux.wordpress.com/ ruleenux

    poto yang pertama kok ada aku ya lagi makan kacang 😛

    • http://www.facebook.com/people/Eko-Prastyo/100000045559195 Eko Prastyo

      kecil ah… ga keliatan gitu rul.. 😛