Upacara Adat Saparan Bekakak yang berusia Ratusan Tahun di Ambarketawang Gamping Sleman Yogyakarta

Penyembelihan sepasang pengantin bekakak

Adakah yang tau bahwa Sapar itu adalah salah satu nama bulan pada penamaan bulan Jawa? Nah karena event ini dilakukan pada bulan Sapar maka disebutnya Saparan. Dalam bulan Sapar ini setahu saya ada dua event Saparan dan salah satunya Saparan Bekakak ini yang dilaksanakan di Ambarketawang Gamping.

Saparan Bekakak adalah upacara adat tradisional yang katanya sudah dilakukan sejak ratusan tahun yang lalu, untuk pastinya berapa tahun saya juga belum mendapat kejelasannya. Nah menurut perhitungan tanggalan Jawa upacara Saparan Bekakak ini jatuh pada jumat sore kemaren 13 Januari 2012.

Sebelumnya saya tidak ada persiapan dan nggak memrencanakan akan datang pada perhelatan upacara adat ini, karena memang tidak mendapat info sama sekali. Pagi sekitar jam enam, saya baru sampai Jogja setelah tiga minggu di Bali untuk sebuah project. Untungnya saya masih mempunyai teman yang sangat antusias dengan keistimewaan kota Jogja, mas @heryz yang mengajak saya sekaligus meminjamkan kameranya 400d lensa kit, sudah lebih dari cukup untuk amatiran seperti saya.

Saat berangkat saya masih bertanya-tanya dan penasaran seperti apa upacara tersebut dan apakah makna dibalik kegiatan ini. Ini adalah kali pertama saya mengikut acara tradisional tahunan Saparan Bekakak. Bekakak sendiri bukanlah nama sebuah ogoh-ogoh atau mencerminkan bentuk gendruwo (ini mindset saya saat berangkat). Ternyata Bekakak adalah sepasang miniatur temanten yang terbuat dari tepung beras ketan dicapur cairan gula jawa merah. Bekakak ini akan diarak sejauh tiga kilometer dan diiringi dengan berbagai kesenian dari masyarakat Ambarketawang. Usut punya usut sang pembuat Bekakak ini tidak sembarangan orang karena upacara ini karena memiliki nilai  ritual sangat tinggi.

Ribuan orang memadati jalanan yang merupakan rute dari arak-arakan upacara tradisional Saparan Bekakak ini saat saya sampai di lokasi yaitu jalur Jogja – Purworejo tepatnya dari arah  ring road kampung UNiversitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY)  hingga Balaidesa Ambarketawang Gamping. Seperti biasanya tidak ada pungutan tiket untuk sekedar melihat acara ini. Jika anda membawa kamera, anda sangat leluasa memotret disini. Hujan menjebak saya saat di tengah2 rute arak-arakan menuju tempat penyembelihan sang pengantin bekakak. Apalah daya, akhirnya kamera 400d ini tidak bisa mengabadikan detik2 prosesi inti dari upacara ini 🙁 so sad…

Penyembelihan sepasang pengantin bekakak
Penyembelihan sepasang pengantin bekakak
upacara tradisional saparan bekakak gambar
Gadis Berkuda upacara tradisional saparan bekakak

 

Sejarah – Upacara Saparan Bekakak ini bermula dari abdi dalem Pangeran Mangkubumi I yang bernama Worosuto. Worosuto adalah seorang yang ikut menyebarkan agama Islam dan termasuk orang kepercayaan Pangeran Mangkubumi I semasa Kerajaan Mataram Islam pertama berdiri.

Dalam cerita dinyatakan bahwa Ki Wirosuto dan istrinya Nyi Wirosuto telah meninggal saat melakukan penggalian kapur di gunung Gamping bersama warga setempat. Kapur atau gamping ini sendiri digunakan untuk pembangunan Keraton Yogyakarta baru yang kita lihat sekarang.

Ternyata penggalian kapur itu memakan korban jiwa. Hal ini membuat Sultan HB I bertapa di kawasan gunung Gamping untuk mendapatkan sebuah petunjuk. Setan Bekasakan sang penunggu gunung Gamping memberikan syarat agar tidak penggalian tidak memakan korban lagi yaitu dengan mengorbankan sepasang pengantin dan ini langsung disetujui oleh Sultan HB I.

Namun sepasang itu bukanlah orang melainkan sepasang pengantin bekakak boneka yang terbuat dari tepung ketan dan sirup gula merah didalamnya. Asal anda tau saja ini hanyalah sebuah trik dari Sultan HB I untuk mengelabuhi sang setan :). Setelah ratusan tahun lamanya upacara ini tidak ditinggalkan dan menjadi sebuah Wisata Sosial Budaya Bekakak.

Sampai jumpa di event selanjutnya 😀 Salam #JOGJALOVERS

Pasukan pemanah perempuan saparan bekakak yogyakarta
Pasukan pemanah perempuan saparan bekakak yogyakarta
Peserta arak arakan upacara tradisional saparan bekakak
Peserta arak arakan upacara tradisional saparan bekakak
Kesenian reog upacara adat saparan bekakak ambarketawang
Kesenian reog upacara adat saparan bekakak ambarketawang
Gunungan saparan bekakak yogyakarta
Gunungan saparan bekakak yogyakarta
ogoh gendruwo saparan bekakak yogyakarta
Ogoh gendruwo saparan bekakak yogyakarta
Sesajen Upacara tradisional Saparan bekakak
Sesajen Upacara tradisional Saparan bekakak
Saparan Bekakak yogkartaq
Saparan Bekakak yogkarta
Upacara saparan bekakak Ambarketawang gamping sleman
Upacara saparan bekakak Ambarketawang gamping sleman
Wajah pengiring arak2an saparan bekakak
Wajah pengiring arak2an saparan bekakak
Pasukan pengiring arakarakan saparan bekakak
Pasukan pengiring arakarakan saparan bekakak
Gendruwo arak arakan upacara tradisional saparan bekakak
Gendruwo arak arakan upacara tradisional saparan bekakak

 

temon

temon

life is like a bag of chocolate