Tongseng kambing pak Nano. Jangan ngaku mahasiswa jika belum pesan level “Mahasiswa” di sini.

pak nano

Super pedas tapi nikmat, itulah kesan teman teman setelah menikmati hidangan ini. Pertama dengernya, semua pasti sangsi. ah lidah saya sudah terlatih untuk makan yang pedas pedas. apa lagi cuma tongseng. keciil. Sebelum berkata demikian silahkan coba dulu datangi warung beliau di jalan ring road selatan ini.

Salah satu keunikan warung tongseng pak Nano ini adalah .. yah pak Nano itu sendiri. betapa tidak . pak Nano memilah-milah pesanan para pengunjung warungnya menjadi beberapa level kepedasan. mirip dengan sistem level pada salah satu kripik keras punya emak emak itu, hanya saja sistem level pak nano lebih menendang dengan tidak menerapkan level 1 – 10 untuk level kepedasan , akan tetapi beliau memberi nama level sesuai dengan tingkatan sekolah. mulai dari TK (taman kanak kanak) untuk level yang paling rendah, sampai Mahasiswa S2.  konon ada yang level profesor , khusus untuk yang lidahnya udah kebas sama cabai. ada ada saja.

Jadi siap siap saja mendapat cemoohan lucu bin jenaka dari beliau jika anda benar benar mahasiswa tapi pesennya level TK. perlu saya garis bawahi, Level Tk ini cukup bisa membuat muka merah padam untuk orang yang tidak suka pedas. Jadi jika anda mampir nanti. tidak usah malu atau gengsi memesan level kecil. karena sayang apabila tongsengnya tidak abis gara2 anda kepedasan. Dan yang pasti muka anda akan bertambah merah karena malu ngak kuat dengan level kepedasan tongseng yang di pesan. so, pikir pikir sebelum pesan.

Rasa dari tongseng itu sendiri juga nikmat. apabila belum di campur sambal. rasanya manis gurih, dengan rasa merica yang dominan. Tapi rasanya tidak seru jika meninggalkan warung ini tanpa baju basah karena keringat yang mengalir karena kepedasan. dan pengalaman pibadi ke sana. warung beliau cukup “ngangeni” untuk di datangin lagi, mencoba level yang lebih tinggi. menjajal kemampuan perut. hehe.

Senyum ramah pak nano dan tongseng pedasnya bisa di temui di warung sederhana yang terletak di sisi selatan jalan ringroad selatan setelah jalan bantul tepat sebelum jembatan. sedikit pesan dari saya, jika anda berkendara dari arah kota jogjakarta (dari arah timur). setelah perempatan jalan bantul. Silahkan mengambil jalur lambat (jalur untuk motor), pelankan kendaraan, sebelum jembata anda akan menemui warung sederhana beliau. Karena apabila kebablasan, anda harus memutar cukup jauh untuk kembali ke warung.

So bagi para mahasiswa atau mantan mahasiswa pencinta pedas, jangan ngaku pernah jadi mahasiswa kalau belum pesan level mahasiswa di warung pak Nano ini.

ilustrasi : http://www.flickr.com/photos/orangescale/2296413326/in/photostream/
 

 

  • Anonymous

    alamatnya mana min? katakan peta.. katakan peta.. !