Menikmati Jazz ala Jogja

Jazz mben senen

Alunan saxophone, piano, bass, gitar dan gebugan drum bergema di area Bentara Budaya Yogyakarta (BBY) setiap senin malam. Karena itu, pagelaran jazz ini dinamai ‘Jazz mben senen‘. Pengunjungnya bukan orang-orang berdasi atau berpakaian necis, cukup dengan sandal jepit pun sudah sah menghadiri pagelaran ini. Itulah istimewanya hiburan ala jogja..sangat bersahaja.

Setiap Seninnya pegelaran ini dimulai setiap jam delapan dan hampir tak pernah absen di hari senin. Pagelaran Jazz mben senen tidak dipungut biaya alias gratis bagi para penontonnya. Tapi ada kotak saweran alias kotak todongan seikhlasnya yang diputer. Dari hasil sawearan itulah mereka membiayai biaya operasional pagelaran. Makanya gratis…^^

Jazz mben senen bukan hanya tempat musisi yang sudah mahir ngejam, banyak diantara pemainnya yang masih dalam tahap pemula bahkan amatiran. Banyak pula musisi muda yang memanfaatkan pagelaran ini untuk belajar dan berbagi soal teknik ngejazz yang benar. Jadi jangan kecewa kalau kadang suara musiknya terdengar kurang enak di telinga. Atau terdengar aneh karena faktor lain.
Permainan musik jazz memang unik, bebas berekspresi namun ada aturannya masing-masing. setiap pemain bebas berimprovisasi dan saling menghormati dengan memberi kesempatan pemain lainnya untuk unjuk kebolehan. Mendengar jazz sama halnya mendengarkan percakapan yang tak terduga, itu kata Seno Gumira. Hmm.. selebihnya di balik Jazz banyak hal yang bisa kita pelajari.
Jazz mben senen
atmosfir bernyanyi di "Jazz mben Senen"
NonaPelantjong

NonaPelantjong

Entrepreneur sosial I Pewarta warga I Tukang jalan-jalan I Terobsesi membuat travel documentary Indonesia I www.nonapelantjong.blogspot.com