Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat (Keraton Jogja)

Keraton Yogyakarta

Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat adalah istana resmi Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat yang terdapat di Kota Yogyakarta. Di keraton inilah Sultan bertempat tinggal dan masih menjaga tradisi kesultanan hingga dulu sampai sekarang. Di Jogja sendiri kompleks keraton juga dikenal sebagi objek wisata. Beberapa kompleks ada yang dijadikan museum untuk penyimpanan benda-benda milik kesultanan.

Keraton Jogja dibangun pada tahun 1755 dan hanya berjarak beberapa bulan dari Perjanjian Giyanti. Keraton didirikan oleh Pangeran Mangkubumi Sukawati yang kemudian bergelar Sri Sultan Hamengku Buwono I. Sebelum menempati keraton Sri Sultan bertempat tinggal di Ambar Ketawang Gamping, Sleman. Bangunan keraton memiliki tujuh kompleks inti yang dibatasi oleh pintu masuk atau disebut dengan regol.

Simbol Keraton Yogyakarta
Simbol Keraton Yogyakarta

Regol pertama adalah Regol Brojonolo yang merupakan penghubung antara kompleks Siti Hinggil Ler dengan kompleks Kamandhungan Lor. Siti Hinggil Ler sendiri sering digunakan untuk upacara-upacara resmi kerajaan dan tempat ini juga pernah digunakan untuk peresmian Universitas Gajah Mada pada tanggal 19 Desember 1949. Sedangkan Kamandhungan Lor sendiri di tengahnya terdapat Bangsal Ponconiti yang digunakan sebagai pengadilan dengan sultan sebagai hakim dan sekarang Kamandhungan lebih sering digunakan untuk upacara adat Garabeg dan Sekaten.

Regol Kedua adalah Regol Sri Manganti yang membatasi kompleks Kamandhangan dengan kompleks Sri Maganti. Sri Maganti pada zaman dulu digunakan sebagai tempat menerima tamu penting kerajaan dan sekarang digunakan untuk tempat penyimpanan pusaka keraton yaitu alat musik gamelan.

Regol ketiga adalah Regol Donopratopo yang menghubungkan kompleks Sri Maganti dengan kompleks Kedhaton. Kedhaton adalah inti dari keseluruhan Keraton. Di tempat inilah sering diadakan upacara keluarga kerajaan dan juga upacara kenegaraan. Di kedhaton ini pulalah terdapat bangsal yang digunakan untuk penyimpanan pusaka dan ada juga tempat tinggal Permaisuri dan Selir raja, tempat tinggal tersebut lebih dikenal dengan Keputren.

Keraton Yogyakarta
Keraton Yogyakarta

Regol keempat adalah Regol Kamagangan yang memisahkan kompleks Kedhaton dengan kompleks Kamagangan. Kamagangan dulu digunakan untuk penerimaan calon Abdi-Dalem dan juga digunakan sebagai tempat pelatihan, ujian dan apel Abdi-Dalem tersebut. Dari tempat ini dulu sultan bisa mengungjungi Taman Sari dengan perahu dari dermaga kecil di sebelah Barat.

Regol kelima adalah Regol Gadhung Mlati yang menghubungkan kompleks Kamagangan dengan kompleks Kamandhungan Kidul. Di salah satu bangsal di kompleks Kamandhungan Kidul inilah dulu Sri Sultan Hamengku Buwono I pernah bermarkas pada saat perang tahta III. Bangsal itu dikenal dengan Bangsal Kamandhungan yang merupakan bangunan utama dari kompleks ini.

Regol terakhir adalah Regol Kamandhungan yang menghubungkan kompleks Kamandhungan Kidul dengan kompleks Siti Hinggil Kidul. Siti Hinggil Kidul juga dikenal dengan sebutan Sasana Hinggil Dwi Abad. Di sisi timur, utara dan barat terdapat jalan yang disebut dengan Pamengkang. Di Siti Hinggil Kidul inilah dulu Sultan sering menyaksikan prajurit Keraton yang melakukan gladi bersih upacara Garabeg. Selain itu tempat ini juga digunakan untuk tempat menyaksikan adu manusia dengan macan dan untuk tempat berlatih prajurit perempuan. Tempat ini juga menjadi titik awal prosesi pemakaman Sultan yang mangkat ke Imogiri. Dan sekarang Sasana Hinggil lebih sering digunakan untuk pagelaran seni seperti wayang kulit, pameran dan sebagainya.

Alun-alun Selatan
Alun-alun Selatan

Keraton Jogja diapit oleh dua alun-alun yaitu Alun-alun Utara dan Alun-alu Selatan. Di Keraton Jogja terdapat 5 buah gerbang atau disebut dengan Plengkung yaitu Plengkung Tarunasura atau Plengkung Wijilan yang terdapat di sebelah Timur Laut Keraton, Plengkung Jogosuro atau Plengkung Ngasem yang terdapat di sebelah Barat Daya, Plengkung Joyoboyo atau Plengkung Tamansari yang ada di sebelah Barat, Plengkung Nirboyo atau Plengkung Gading yang terdapat di sebelah Selatan dan Plengkung Tambakboyo atau Plengkung Gondomanan yang ada di sebelah Timur.

Peta Kompleks Keraton Yogyakarta
Peta Kompleks Keraton Yogyakarta
ruleenux

ruleenux

visit http://ruleenux.com for more info about me.